FaktaSulut.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan stunting.
Hal itu terlihat saat Wakil Bupati Boltim, Argo V. Sumaiku, hadir dan memaparkan hasil pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Pencegahan serta Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota tahun 2024.
Agenda penilaian kinerja tersebut digelar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di Hotel Aston Manado, Kamis (21/8/2025).
Presentasi dimulai pukul 11.00 hingga 12.00 WITA. Selama satu jam, Wakil Bupati membagi sesi paparan materi selama 20 menit, lalu dilanjutkan dengan tanya jawab dari 15 panelis selama 40 menit.
Di awal presentasi, ditayangkan video dokumentasi pelaksanaan 8 aksi konvergensi di Boltim.
Tayangan tersebut langsung mendapat sambutan meriah berupa tepuk tangan dari para panelis.
Video memperlihatkan aksi nyata tim percepatan penurunan stunting yang turun langsung hingga ke pelosok desa.
“Ini menunjukkan kerja pemerintah daerah tidak hanya di atas kertas, tapi benar-benar nyata di lapangan,” ujar salah satu panelis seusai pemaparan.
Selama sesi tanya jawab, Pemkab Boltim berhasil menjawab seluruh pertanyaan panelis secara jelas dan komprehensif. Jawaban tersebut bahkan mendapat apresiasi khusus dari tim penilai.
Panelis menilai Boltim mampu menunjukkan bukti capaian yang realistis dan progresif, mulai dari edukasi masyarakat, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, hingga pemenuhan gizi keluarga melalui program lintas sektor.
“Tidak banyak daerah bisa tampil dengan jawaban selengkap ini. Kami apresiasi kerja keras tim Boltim,” kata salah satu penilai.
Di penghujung acara, apresiasi juga datang dari moderator kegiatan, Patricia L. Languju, ST, M.Si, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Sosial Budaya di Bappeda Provinsi Sulut.
“Terima kasih Pak Wakil Bupati atas pemaparannya. Kami salut karena beliau hadir langsung setiap hari. Ini bentuk komitmen dan keseriusan pemerintah Kabupaten Boltim dalam menangani stunting,” ujar Patricia.
Wakil Bupati Boltim, Argo V. Sumaiku, menegaskan bahwa pencegahan dan penurunan angka stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Menurutnya, upaya ini harus dijalankan bersama-sama, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat.
“Stunting bukan hanya persoalan gizi, tapi menyangkut masa depan generasi kita. Karena itu, pemerintah harus hadir sampai ke desa-desa,” tegas Argo.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati turut didampingi sejumlah kepala dinas, di antaranya Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kadis KB, Kadis Sosial, Bappeda, serta Kadis Kesehatan bersama jajaran.
Dengan capaian ini, Boltim berharap dapat menjadi salah satu daerah yang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan di Sulawesi Utara.
















