Ruswadi Warga Miskin di Desa Moonow Saat Diperhadapkan Anak Sakit Tanpa BPJS

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Afif Moteki saat berada dalam pelayanan Rumah Sakit Pratama Boltim

Foto Afif Moteki saat berada dalam pelayanan Rumah Sakit Pratama Boltim

FaktaSulut, BOLTIM – Di sebuah bangunan sempit, menyerupai rumah, dengan ukuran sekitar 3×4, berdinding tripleks, dan berlantai tanah di Dapur kecil, menjadi tempat berteduh Ruswadi Moteki, (50) salah satu kepala keluarga di Desa Moonow, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Dia bekerja sebagai serabutan di beberapa perkebunan milik warga, serta Anice, istri tercintanya yang bekerja sebagai pencari sayur yang tumbuh liar, di perhadapkan dengan cobaan yang begitu berat, dimana anak semata wayang mereka, harus di rujuk ke rumah sakit karena mengalami demam yang tinggi serta kejang.

Hidup dalam status mengontrak di bangunan seadanya tanpa memiliki harta benda adalah rutinitas yang mereka telan setiap hari. Namun, kemiskinan bukan sekadar soal perut yang kosong atau lantai tanah yang dingin; kemiskinan adalah tentang ketakutan yang mencekam saat maut mulai mengetuk pintu melalui penyakit.

Ruswadi, bersama Istri tercintanya yang tinggal di jalan Mawar desa Moonow, hanya bisa pasrah melihat kondisi anak semata wayangnya Afif Moteki, berusia sekitar 6 tahun, yang sakit dan harus di rujuk ke Rumah sakit Pratama Kecamatan Modayag, Sekira pukur 14:00 Wita pada Rabu 25/03/2026,

Tanpa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, atau Jaminan harta benda lainnya, tentu menjadi ke khawatiran yang begitu besar saat harus membawa anak ke rumah sakit.

Tak cukup hanya kata pasrah yang bisa telintas di pikiran Ruswadi dan Anice, yang membawa anaknya ke Rumah Sakit, akan tetapi lebih dari itu, tanpa simpanan uang atau barang berharga, serta tanpa BPJS, tentu menambah pikiran terus berkecamuk. di satu sisi anak satu satunya harus mendapatkan perawatan medis.

Langkah RS Pratama Boltim

Beruntung pihak Rumah Sakit Pratama Boltim, langsung menerima dan melakukan perawatan secara intensif kepada pasien yang mengalami demam hingga kejang. Akan tetapi, meski sudah di berikan pelayanan, Pihak rumah sakit, memberikan waktu selama tiga hari untuk mengurus BPJS agar biaya pengobatan bisa di tanggung pemerintah.

menurut keterangan pihak rumah sakit, jika lebih dari tiga hari tak bisa menyiapkan BPJS, maka pasien akan di hitung pasien umum, dengan bayaran di luar hitungan BPJS.

“saya di beri waktu tiga hari mengurus BPJS oleh pihak rumah sakit, jika lewat maka akan masuk pasien umum,” ujar Anice, yang tidak lain adalah Ibu dari pasien.

Pernyataan pihak Rumah Sakit tentu sedikit membuat lega pikiran Ruswadi dan Anice, di tengah kesibukan menjaga anak di rumah sakit, ke duanya harus berbagi waktu untuk mencari cara bagaimana mengurus BPJS agar bisa membantu proses pengobatan anak semata wayangnya.

Dalam diam, di tengah penjagaan pasien yang tidak lain adalah anak terkasihnya, Ruswadi hanya bisa berharap ada setitik harapan dan mukjijat dari tuhan kepadanya dalam menghadapi cobaan usai lebaran idul fitri 1447 Hijriah.

Penulis : Hendra

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel faktasulut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Bawah Hujan Lumpur Tambang Ilegal, Ketika Manusia dan Alam Sama-Sama Terjebak
Antara Perut dan Hukum: Dilema Pekerja Tambang Ilegal di Daerah Terpencil
Tragedi Emas Hitam: Jeritan Pegunungan yang Terkubur Lumpur Beracun Tanpa Akhir
Jejak Emas Berlumur Dosa, Ketika Alam Menangis Akibat Amputasi Bentang Alam oleh Tambang Ilegal
Saat Teknologi Melesat, Pikiran Manusia Justru Menurun

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:48 WITA

Ruswadi Warga Miskin di Desa Moonow Saat Diperhadapkan Anak Sakit Tanpa BPJS

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:20 WITA

Di Bawah Hujan Lumpur Tambang Ilegal, Ketika Manusia dan Alam Sama-Sama Terjebak

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:53 WITA

Antara Perut dan Hukum: Dilema Pekerja Tambang Ilegal di Daerah Terpencil

Minggu, 25 Januari 2026 - 23:14 WITA

Tragedi Emas Hitam: Jeritan Pegunungan yang Terkubur Lumpur Beracun Tanpa Akhir

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:02 WITA

Jejak Emas Berlumur Dosa, Ketika Alam Menangis Akibat Amputasi Bentang Alam oleh Tambang Ilegal

Berita Terbaru