FaktaSulut.com – Banjir bandang yang melanda Desa Togid, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pada Rabu, 30 April 2025, menyisakan banyak puing dan lumpur di rumah-rumah warga.
Dalam rangka memulihkan keadaan pasca bencana, Bupati Oskar Manoppo, SE, MM, bersama Wakil Bupati Argo V. Sumaiku, turun langsung ke lapangan, memimpin pembersihan massal di lokasi terdampak pada Kamis, 1 Mei 2025.
Kerja bakti masal ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, baik ASN, TNI, Polri, Tim Penggerak PKK yang dipimpin oleh Ny. Rosita Pobela, SE, MM dan Ny. Deisy Mokoginta, Am.ld.Kep, serta perangkat desa dan warga setempat.
Mereka bekerja bahu-membahu membersihkan sisa-sisa puing dan lumpur yang menggenangi rumah-rumah warga.
Pembersihan dilakukan dengan mengerahkan armada untuk mengangkut sisa puing, sementara setiap pihak diinstruksikan untuk memberikan bantuan yang sesuai dengan kapasitas masing-masing.
“Pembersihan ini harus cepat dan menyeluruh. Semua rumah dan pekarangan warga yang terdampak harus dibersihkan, tidak ada yang terlewatkan,” tegas Bupati Oskar Manoppo saat memimpin langsung kegiatan tersebut.
Pembersihan tersebut dimulai pada pukul 08.30 WIB, dan berlanjut hingga sore hari, dengan fokus utama pada rumah-rumah yang mengalami kerusakan parah.
Di tengah kerja bakti massal, Bupati Oskar, Wakil Bupati Argo, dan Sekretaris Daerah (Sekda) juga menggelar rapat evaluasi dengan pimpinan OPD untuk menindaklanjuti penanganan pasca-banjir.
Dalam rapat tersebut, Bupati menekankan pentingnya pembagian tugas kepada setiap OPD agar penanganan pasca-banjir bisa lebih cepat dan terorganisir.
“Data kerugian warga harus segera didapatkan, karena banyak kerugian materi yang harus dicatat untuk bantuan selanjutnya,” ujarnya.
Beberapa poin penting yang dibahas dalam rapat evaluasi antara lain:
-
Pembuatan tanggul yang jebol akan segera ditindaklanjuti dengan koordinasi ke Balai Wilayah Sungai Sulawesi, yang sebelumnya sudah melakukan pendataan kerusakan.
-
Pembersihan massal akan kembali dilaksanakan pada Jumat dan Sabtu, 2-3 Mei 2025, dengan pembagian tugas yang lebih rinci agar efektivitasnya meningkat.
-
Pendataan kerugian warga akan dilakukan oleh berbagai OPD terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pertanian, dan Dinas Sosial, yang dijadwalkan selesai pada Sabtu, 3 Mei 2025.
-
Data siswa terdampak bencana yang berjumlah 87 orang dari berbagai jenjang pendidikan juga menjadi prioritas. Pemenuhan kebutuhan perlengkapan sekolah pun akan segera dilakukan.
-
Pembagian bantuan pakaian akan didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga, mengingat beberapa di antaranya tidak dapat datang ke posko pengungsian.
Bupati dan Wakil Bupati Boltim berharap penanganan bencana ini bisa berjalan cepat dan tepat, dengan bantuan seluruh pihak yang terlibat, demi meringankan beban warga yang terdampak. ***















