BOLTIM – Kepala Kepolisian Resor Bolaang Mongondow Timur (Kapolres Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, angkat bicara terkait isu miring yang menyeret namanya di media sosial. Ia membantah keras tudingan yang menyebut dirinya melakukan koordinasi dengan seorang pengusaha bernama Ci Glori terkait pemberitaan lahan tambang.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh AKBP Golfried di Mapolres Boltim pada Kamis (18/6/2026) sore. Menurutnya, rumor yang beredar di tengah masyarakat tersebut sepenuhnya tidak berdasar dan menyesatkan.
“Saya menyatakan dengan tegas bahwa issu yang menyebutkan saya berkomunikasi maupun berkoordinasi dengan pengusaha bernama Ci Glori untuk kepentingan pemberitaan lahan tambang adalah tidak benar dan tidak ada buktinya. Saya tidak pernah bertemu, berdiskusi, maupun membuat kesepakatan apapun dengan orang tersebut terkait urusan pertambangan maupun pengurusan tanah,” tegas Kapolres Boltim.
Ia memastikan seluruh pengawasan dan penanganan sektor pertambangan di wilayah hukum Boltim berjalan profesional dan transparan sesuai undang-undang. Kapolres menjamin tidak ada ruang bagi intervensi pribadi ataupun kesepakatan terselubung di luar koridor hukum.
“Selama menjabat, saya selalu memegang prinsip netralitas dan akuntabilitas, Semua proses hukum dan administrasi harus mengikuti prosedur yang sah, Tidak ada pihak yang bisa mendapatkan kemudahan secara istimewa, termasuk dalam hal pemberitaan atau izin usaha,” tambahnya.
Menyikapi hal ini, AKBP Golfried mengimbau masyarakat untuk lebih jeli dan kritis dalam menyaring informasi. Penyebaran hoaks yang merusak reputasi institusi maupun individu dapat berkonsekuensi pada sanksi pidana.
Demi transparansi, ia bahkan menantang pihak-pihak yang melempar isu untuk membuktikannya secara formal.
“Jika ada pihak yang merasa memiliki bukti nyata atas tuduhan tersebut, saya persilakan untuk menyerahkannya ke inspektorat kepolisian atau lembaga pengawas independen agar dapat diperiksa secara adil dan transparan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, isu yang beredar tersebut sama sekali tidak disertai bukti valid. Pihak Polres Boltim menegaskan bakal terus memantau situasi dan siap mengambil langkah hukum tegas jika ditemukan unsur pencemaran nama baik.















