FaktaSulut.com – Kemeriahan malam Takbiran menyambut Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah terasa hangat di Kota Manado, Minggu (30/3/2025).
Ribuan warga tumpah ruah memadati halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara di Jalan 17 Agustus untuk mengikuti pawai kendaraan hias bertema Idulfitri.
Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Roycke Harry Langie, turut hadir menyaksikan pelepasan peserta pawai yang dilepas secara resmi oleh Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut atau yang mewakili.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya ibadah puasa di bulan Ramadan.
Ia mengajak seluruh peserta pawai untuk menjaga ketertiban dan keselamatan selama perjalanan.
“Saya berharap seluruh peserta pawai tetap disiplin di jalan. Jaga keamanan dan ketertiban agar pawai ini berjalan lancar hingga akhir,” ujar Yulius. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri bagi umat Muslim yang telah menunaikan ibadah puasa dengan khidmat.
Pawai Takbiran ini diikuti ratusan kendaraan hias dan kendaraan pribadi yang telah dipasangi ornamen khas Idulfitri, seperti hiasan bulan sabit, lafaz takbir, dan lampu warna-warni.
Suara takbir berkumandang dari berbagai pengeras suara, menambah suasana haru dan gembira menyambut hari kemenangan.
Untuk menjamin kelancaran dan keamanan kegiatan, ribuan personel gabungan dikerahkan.
Pengamanan dilakukan oleh Polda Sulut, Polresta Manado, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan dan instansi terkait lainnya.
Pengawalan dilakukan mulai dari titik keberangkatan hingga garis akhir sejauh kurang lebih 5 kilometer.
Rute pawai dimulai dari halaman Kantor Gubernur Sulut di Jalan 17 Agustus, melewati Jalan Babe Palar, Jalan Sam Ratulangi, Jalan Bethesda, dan berakhir di Masjid Besar Miftahul Jannah di Jalan Piere Tendean.
Pawai malam Takbiran ini menjadi bentuk ekspresi kegembiraan dan kebersamaan umat Muslim di Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado.
Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga memperlihatkan semangat toleransi antarumat beragama yang telah menjadi ciri khas masyarakat Sulut.
Warga tampak antusias, bahkan sejumlah keluarga membawa serta anak-anak mereka untuk menyaksikan iring-iringan kendaraan hias yang melintas di sepanjang rute.
Beberapa warga juga mengabadikan momen tersebut melalui ponsel pintar mereka.
Pemerintah Provinsi Sulut berharap kegiatan serupa dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan tradisi dan semangat kebersamaan dalam menyambut hari besar keagamaan. ***















