FaktaSulut.com – Forkopimda Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar kegiatan silaturahmi dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah di Kelurahan Istiqlal, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Selasa (1/4/2025) pagi.
Acara ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, serta masyarakat Kampung Arab yang dikenal sebagai salah satu simbol kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara.
Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Ustad Sofyan Lahilote, dan dilanjutkan dengan ramah tamah di kediaman Ketua Yayasan Yapim Kampung Arab, Haji Ridwan Sawi.
Momen ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Gubernur Sulut dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat keberagaman serta toleransi yang telah menjadi jati diri Kampung Arab selama lebih dari dua abad.
“Keberadaan Kampung Arab yang telah berdiri sejak tahun 1804 menjadi bukti hidup bahwa toleransi dan keberagaman bisa berjalan beriringan. Ini adalah warisan budaya yang harus terus kita jaga,” ujar Yulius Selvanus.
Silaturahmi Forkopimda juga diisi dengan kunjungan ke rumah-rumah warga, seperti keluarga Aminat Bamatra dan keluarga Ustad Kadafi Sawi.
Kunjungan ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara dalam merayakan kebersamaan di hari yang fitri.
Pengamanan kegiatan dilakukan oleh personel Polresta Manado dan jajarannya.
Selain pengamanan, personel turut mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan agar acara berjalan tertib dan lancar.
Kasi Humas Polresta Manado, Iptu Agus Haryono, membenarkan pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kegiatan silaturahmi ini berlangsung hingga sekitar pukul 08.20 WITA. Semua berjalan aman dan kondusif,” ujarnya singkat.
Kegiatan ini menjadi refleksi nyata bagaimana tradisi keagamaan bisa menjadi perekat sosial yang kuat.
Di tengah dinamika zaman, semangat silaturahmi dan nilai-nilai toleransi yang ditunjukkan Forkopimda dan masyarakat menjadi contoh harmoni yang patut dicontoh. ***
















