FaktaSulut.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi aktivitas seismik signifikan yang mengguncang wilayah pesisir Jawa Timur pada hari ini, tepatnya pukul 08.30 WIB.
Guncangan tektonik ini tercatat berkekuatan Magnitudo (M) 5,3 dan dipastikan tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, dalam keterangan resminya, menyatakan bahwa episentrum gempa terletak di koordinat 8.89 Lintang Selatan (LS) dan 112.55 Bujur Timur (BT), berjarak sekitar 90 kilometer di sebelah barat daya Kabupaten Malang.
Karakteristik gempa ini tergolong dangkal, hanya pada kedalaman 10 kilometer.
Lokasi yang dangkal ini menyebabkan energi yang dilepaskan terasa kuat di daratan, meskipun magnitudo yang tercatat berada di level menengah.
Analisis lebih lanjut yang dilakukan oleh BMKG menunjukkan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia.
Zona kegempaan yang aktif di selatan Jawa memang secara historis sering menghasilkan pelepasan energi akibat pergerakan lempeng tersebut.
Mekanisme pergerakan yang teridentifikasi adalah sesar naik (thrust fault) yang merupakan tipikal dari wilayah zona subduksi.
Intensitas guncangan dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Berdasarkan peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG, getaran dilaporkan mencapai skala IV-V Modified Mercalli Intensity (MMI) di wilayah Malang Selatan, Kabupaten Blitar, dan sebagian besar Lumajang.
Artinya, di area tersebut guncangan dapat dirasakan oleh hampir semua orang, menyebabkan benda-benda ringan bergeser, dan berpotensi menimbulkan kerusakan minor pada bangunan yang tidak kokoh.
Sementara itu, di kota-kota yang lebih jauh seperti Kediri, Jember, hingga Trenggalek, intensitas guncangan tercatat berada pada skala III MMI, di mana getaran terasa nyata di dalam rumah seolah truk melintas.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah dikerahkan untuk melakukan asesmen cepat.
Laporan awal menyebutkan adanya beberapa kerusakan ringan berupa retakan pada dinding rumah warga dan jatuhnya genteng di beberapa titik di Kabupaten Malang bagian selatan.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau luka berat yang diakibatkan oleh peristiwa seismik tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak termakan informasi yang tidak jelas sumbernya (hoaks).
BMKG secara berkelanjutan memonitor potensi gempa susulan.
Warga diminta untuk memeriksa kembali struktur rumah dan bangunan mereka, serta menjauhi tebing atau lereng yang berpotensi longsor akibat guncangan.
Kewaspadaan harus ditingkatkan mengingat wilayah Jawa Timur bagian selatan adalah kawasan rawan bencana gempa bumi. ***
















