BOLTIM – Puluhan warga Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mendatangi Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, untuk menyerahkan laporan resmi terkait dugaan kerusakan fasilitas warga dan pemerintah akibat aktivitas pertambangan di wilayah mereka.
Dokumen aduan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan warga kepada Gubernur, usai menghadiri Sidang Senat Terbuka Institut Agama Islam Kotamobagu (IAIK) dan STIMIK Multicom di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Kamis (04/09/2026).
Aktivitas pertambangan di Desa Lanut dinilai kian tak terkendali hingga berdampak langsung terhadap pemukiman warga, memicu kerusakan akses jalan provinsi, mengancam keberadaan rumah ibadah, serta mencemari lingkungan sekitar.
Eno Komaling, perwakilan warga Desa Lanut, menjelaskan bahwa berkas yang diserahkan memuat detail dampak kerusakan lingkungan serta tuntutan tegas dari masyarakat terdampak.
“Tuntutan itu masalah kerusakan lingkungan, warga meminta ganti rugi, karena faslitas publik mulai rusak,” ujar Eno Komaling usai menyerahkan dokumen aduan.
Warga mendesak Pemerintah Provinsi Sulut untuk segera menerjunkan tim guna menertibkan aktivitas tambang yang lokasinya sudah kian mengepung area pemukiman warga.
“Kami berharap para penambang di dalam koperasi ini perlu di tertibkan, harus ada radius dari pemukiman, agar fasilitas umum maupun rumah pribadi hingga rumah ibadah, tidak terdampak akibat aktivitas pertambangan di Desa Lanut,” tegasnya, yang turut diiyakan oleh Steven dan puluhan warga lainnya di lokasi.
Menerima langsung berkas aduan dari puluhan warga Desa Lanut tersebut, Gubernur Sulut Yulius Selvanus menegaskan komitmen nya untuk segera merespon dan mengambil tindakan atas fakta-fakta kerusakan yang dilaporkan.
“Segera diitndaklanjuti” singkat Gubernur Sulut kepada puluhan warga Desa Lanut usai menerima laporan tersebut.
Di ketahui bahwa, laporan dugaan aktivitas tersebut berlangsung di wilayah Koperasi Unit Desa Nomontang.
Ketua KUD Nomontang, Belum memberikan tanggapan terkait dengan laporan warga terkait dugaan tersebut, saat di hubungi melalui Via whatsapp, aktif namun belum di respon.
















