KOTAMOBAGU – Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS), yang merupakan konsorsium dari Universitas Gadjah Mada (UGM), UIN Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), menggelar lokakarya bertajuk “Pengayaan Wacana Agama dan Keragaman” di Kota Kotamobagu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Literasi Keagamaan (RL) yang ditujukan khusus bagi para penyuluh agama. Kamis, 07/05/2026.
Lokakarya yang berlangsung selama satu setengah hari pada Rabu-Kamis, 6-7 Mei 2026 ini, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Kotamobagu.
Sebanyak 100 penyuluh agama dari berbagai unsur – Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu – turut serta dalam pelatihan ini.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd. Program ini dijalankan dengan semangat tagline “RUKUN, RAGAM, SEPADAN”.
Dr. Leonard Chrysostomos Epafras, selaku Principal Investigator Program RL ICRS, menjelaskan bahwa program ini sangat strategis karena mempertemukan penyuluh dari berbagai latar belakang agama untuk berlatih bersama.
“Program ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mengenal umat agama lain yang pada akhirnya akan menciptakan sikap toleransi, saling menghargai, dan menerima,” ujar Dr. Leonard.
Ia juga menambahkan bahwa sejak 2017, program ini telah melatih lebih dari 1.400 penyuluh agama di 12 kabupaten/kota.
Para peserta dibekali dengan enam materi utama yang relevan dengan tantangan zaman saat ini, di antaranya:
Agama & Negara: Disampaikan oleh Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd.
Agama & Bina Damai: Disampaikan oleh Natalia Olivia Kusuma Dewi Lahamendu, M.Si dari IAKN Manado.
Agama & Hak Asasi Manusia: Disampaikan oleh Dr. Devy K.G. Sondakh, S.H., M.H dari Universitas Sam Ratulangi.
Agama & Martabat Kemanusiaan: Disampaikan oleh Pdt. Handi Hadiwitanto, Ph.D dari UKDW.
Agama & Ekologi: Disampaikan oleh Putri D. Potabuga, S.IP, M.SI dari Climate Change Institute.
Agama & AI (Kecerdasan Buatan): Disampaikan oleh Dr. Leonard Chrysostomos Epafras dari ICRS-UGM.
Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi erat antara ICRS dengan Kemenag Kota Kotamobagu di bawah pimpinan Bapak Jamaluddin Lamato.
Selain itu, program ini didukung oleh IAKN Manado, Universitas Sam Ratulangi, Climate Change Institute, serta dukungan pendanaan dari Mennonite Central Committee (MCC) dan Yayasan Kerjasama Perdamaian dan Akademik Indonesia (YKPAI).
Langkah ini dipandang sebagai kontribusi nyata dalam melengkapi program Moderasi Beragama yang sedang digulirkan oleh Kementerian Agama RI.
Dengan memperkuat kapasitas penyuluh, diharapkan pesan perdamaian dan keragaman dapat tersampaikan dengan lebih efektif kepada masyarakat luas. (*)















