FaktaSulut, KOTAMOBAGU – Di tengah persiapan hiruk-pikuk perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kotamobagu, yang ke-116 Tahun, Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M, memilih untuk sejenak menepi dari rutinitas balai kota, menciptakan suasana hening yang sarat akan makna.
Bukan sekadar kegiatan seremoni belaka, akan tetapi lebih dari pada tujuan sakral, yakni menemui para pendahulu, yang telah lebih dahulu membangun peradaban di tanah Totabuan Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Ziarah dimulai dengan penuh khidmat di makam Raja Bolaang Mongondow (Bolmong). Di depan nisan yang terukir indah, Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, tertunduk dalam doa. Baginya, angka 116 tahun bukan sekadar perayaan usia administratif, melainkan kelanjutan dari estafet kepemimpinan yang dimulai oleh keberanian para raja di masa lampau.
Perjalanan dilanjutkan mengunjungi makam para mantan pejabat daerah—tokoh-tokoh yang pernah mendedikasikan hidupnya demi kemajuan Kotamobagu.
Di setiap pusara, sang Wali Kota yang juga seorang dokter spesialis mata ini, bersama Forkopimda, hingga perangkat daerah Kotamobagu, menyempatkan diri menabur bunga dan menyiramkan air, sebagai simbol kesejukan bagi mereka yang telah berpulang.
Ziarah ini seolah menjadi jembatan antara masa lalu, yang heroik dan masa depan Kotamobagu yang sedang diperjuangkan.
Suasana haru dan penuh rasa hormat menyelimuti akhir perjalanan ziarah tersebut. Di bawah langit Kotamobagu yang menaungi, rombongan yang di pimpin Wali Kota Kotamobagu, melangkah pulang dengan semangat baru—semangat untuk membawa kota ini terbang lebih tinggi tanpa pernah melupakan tanah pijakannya.
Usai pelaksanaan ziarah, Wali Kota Kotamobagu menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-116 Kota Kotamobagu.
“Kegiatan ziarah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-116 Kota Kotamobagu. Pada hari ini, kami bersama unsur pimpinan daerah dan jajaran melaksanakan ziarah di 10 titik,”Kata Wali Kota.
Ziarah tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pemimpin daerah terdahulu yang telah mengabdikan diri serta memberikan dedikasi dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Ziarah ini bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pemimpin kita sebelumnya, sekaligus menjadi motivasi bagi kita semua untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan ke masa yang akan datang,” tambahnya.
Wali Kota menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai sejarah dan karakter bangsa dengan tidak melupakan jasa para pendahulu.
“Dimanapun dan kapanpun kita berada, dalam situasi apa pun, kita tidak boleh melupakan jasa para pemimpin terdahulu. Dengan demikian, karakter bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Bolaang Mongondow, tetap terjaga, serta komunikasi dan hubungan emosional dengan masyarakat dapat terus terjalin,” tutupnya.
Sementara itu, Bunda Pembaharu Bolaang Mongondow, Dra. Marlina Moha Siahaan, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kotamobagu atas penghormatan yang diberikan kepada Suaminya yang juga mantan Ketua DPRD, (Alm) Hi. S. K. Moha Siahaan.
“Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kotamobagu atas penghormatan ini. Kami sangat menghargai perhatian pemerintah yang tetap mengingat dan menghormati para pemimpin yang pernah mengabdikan diri serta mendedikasikan hidupnya untuk daerah ini,” Singkatnya. (End)
















