FaktaSulut.com – Identitas jasad pria yang ditemukan meninggal di salah satu kamar Hotel Travello Manado, Selasa (15/4) dini hari, akhirnya terungkap.
Pria tersebut diketahui berinisial AN (42), seorang karyawan salah satu bank milik negara, Bank BRI.
Penemuan jasad AN menggegerkan pihak hotel dan warga sekitar.
Pasalnya, korban terlihat sehat dan tak menunjukkan gejala sakit ketika melakukan check-in di hotel tersebut.
Namun, hanya beberapa jam setelah masuk kamar, ia ditemukan tak bernyawa di kamar mandi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, AN memesan kamar sekitar pukul 00.00 WITA.
Pemesanan kamar diterima oleh seorang petugas resepsionis berinisial SR, yang saat itu sedang bertugas malam.
AN mendapatkan kamar di lantai 5 hotel tersebut. Ia saat itu check-in bersama seorang perempuan.
Sekitar pukul 01.00 WITA, SR menerima telepon dari seorang perempuan yang mengaku sebagai istri AN.
Perempuan tersebut mengabarkan bahwa “suaminya” pingsan di kamar dan membutuhkan bantuan segera.
SR bersama petugas keamanan hotel langsung menuju kamar yang dimaksud.
Setibanya di lokasi, mereka menemukan AN dalam kondisi sudah tak bernyawa di lantai kamar mandi.
Korban ditemukan dalam posisi terlentang, mengenakan kaos lengan panjang dan celana pendek.
SR lalu menghubungi layanan darurat 112 dan melaporkan kejadian ke Polsek Wenang.
Tak berselang lama, sekitar pukul 01.20 WITA, patroli Polsek Wenang tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Jasad AN kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Diketahui, perempuan yang bersama AN saat kejadian bukanlah istrinya.
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, perempuan tersebut berinisial C (35), seorang karyawan bank yang berdomisili di Kotamobagu.
Dimana, C diketahui diajak oleh AN untuk jalan-jalan sebelum akhirnya memutuskan menginap di hotel.
Kematian mendadak AN masih menjadi misteri.
Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian korban.
Apakah disebabkan oleh kondisi medis atau ada faktor lain, masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit dan kepolisian.
Kapolresta Manado, Kombes Pol Julianto Sirait, melalui Kasi Humas IPTU Agush Haryono enggan memberikan banyak keterangan saat dimintai konfirmasi oleh wartawan.
“Rekan-rekan media, mohon maaf, terkait hal ini ada permintaan dari keluarga korban untuk tidak dipublikasikan lebih lanjut,” ujar Haryono singkat.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh aparat Polresta Manado dan Polsek Wenang.
Sementara jenazah AN masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk proses autopsi. ***
















