FaktaSulut, BOLTIM – Konsultan Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1 Manado, Jimmi, dan Joshua, mengklarifikasi temuan pemerintah desa, pada pekerjaan pembangunan irigasi oleh Balai wilayah Sungai, dengan nama BLB 5 di Jalan Pertanian, Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada 13/01/2026.
Klarifikasi yang di sampaikan Dua Konsultan Teknis itu, membantah jika pekerjaan pembangunan irigasi BLB 5 oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1 Manado, tidak sesuai dengan gambar pekerjaan.
“Pekerjaan sudah sesuai, kami sudah mengecek pada pengawas Balai sebelumnya, ada bukti foto jika pekerjaan itu ada galian untuk pasangan irigasi,”Kata Joshua, Konsultan Teknis Balai wilayah Sungai Sulawesi 1 Manado.
Kekeliruan muncul saat klarifikasi Konsultan, menurut Joshua, pihaknya melakukan pengecekan langsung di lapangan, dan menemukan ada galian tetapi sudah ada pondasi yang tertanam sebelumnya.
“Saat di gali ada pondasi, mereka tidak memberitahukan kepada kami, kemudian tanah milik warga di sampingnya ada tanaman, mereka takut menggali karena tidak diizinkan pemilik,”ujar Joshua.
Joshua mengaku jika mereka juga bertemu pemerintah desa untuk mencari solusi bersama, agar pembangunan berjalan lancar.
“Kami datang bertemu kepala Desa, mencari solusi bersama, jika memang pasangan ini ingin di bongkar karena berdiri di pondasi milik Pemerintah, maka akan di bongkar, kami juga meminta izin kepada pemerintah desa untuk sama sama meminta izin ke pemilik lahan, agar bisa di berikan sekitar 30 senti meter, untuk pemindahan pasangan irigasi,” jelasnya.
sementara itu Jimi, Konsultan Teknis Balai Wilayah Sungai, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa, mengakui jika kesalahan terjadi pada pengawas sebelumya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa Bongkudai, karena sama sama mendampingi pekerjaan ketika ada kesalahan di lapangan,” singkat Jimmi.
Pernyataan Konsultan teknis Balai Sungai ini, berbeda dengan temuan pemerintah desa saat meninjau pekerjaan, pemerintah desa menemukan ada pekerjaan yang memang tidak ada galian.
Pemerintah desa sebelumnya menegur pekerja, yang hendak memasang batu, yang hanya di susun di atas tanah tanpa ada galian.
“Kami temukan pekerjaan tidak di gali, kemudian diminta untuk di gali, para pekerja langsung menggali, ini bukti pekerjaan tidak sesuai,” Ujar Silvana, Aparat Desa Bongkudai saat melihat langsung pekerjaan.
Meski demikian, Sil mengaku bersukur karena ada pekerjaan yang masuk di desanya, akan tetapi pemerintah desa berkeinginan jika pekerjaan itu, harus sesuai spesifikasi yang di gambar pekerjaan, bukan asal Jadi. (end)
















