by

Belum Kantongi IMB Satpol PP Manado; Ini Petunjuk Pimpinan

Rasa kesal kini masih membayangi warga jalan Ringroad linkungan 7 kelurahan Malendeng kecamatan Paal Manado ,Welly Palenkahu ( Ferdinan Laurens ) yang notabene memiliki tanah dan bagunan didaerah tersebut.

Dirinya mengaku resah karena pembangunan kembali didatangi petugas.Polisi Pamong praja Manado Surat Peringatan (SP) 1 dan 2 dari Satuan Pol PP Manado kepada ahli waris Welly Pelenkahu Yang terkesan sepihak dan pilih kasih.

Petugas itu memintanya untuk membongkar kembali bagian bagunan tempat usaha dan juga Kantor salah satu Media Disulut ( Faktasulut.com ) yang disangkakan melanggar Aturan Tidak memiliki ijin Bagunan (IMB). Karena ini sudah petunjuk pimpinan dalam Hal ini (Walikota Manado) Tegas salah satu petugas Pol PP Manado

Padahal, Ferdinan Laurens Keluarga (Keluarga Welly Palengkahu) dalam Hal ini sudah berapa kali buat permohonan untuk pembuatan ijin bangunan tetapi selalu dipersulit . kata Ferdinan Laurens.Sementara, bangunan , berdiri di lahannya sendiri dan jauh dari badan jalan. Ini tanah pasini tegas Laurens,

Kenapa tanah dan bangunan kami yang selalu diincar oleh petugas sementara didaerah kawasan Ringroad terdapat sejumlah bagunan yang belum mengatongi IMB ,”

Ferdinand Laurens, suami dari salah satu ahli waris Pelenkahu mengatakan, pihaknya bukan mengabaikan IMB atau tidak sama sekali memohon IMB di Pemkot Manado. Permohonan IMB sudah diajukan ke PTSP (dulu BP2T) Pemkot Manado. Hanya saja, PTSP tidak melayani permohonan Ferdinand karena syarat Sertifikat Hak Milik (SHM).

Kami keluarga sudah mengajukan penerbitan SHM di BPN Manado sejak 2013 silam. Dari total luas 1,1 hektar, ahli waris mengajukan penerbitan tahap 1 seluas 5400 meter persegi (m2). Itu didahului dengan permohonan konversi kembali pada April 2013, di Kelurahan Malendeng.

Terkait Hal diatas BPN sempat memediasi . Berita acara mediasi di BPN dibuat pada 15 Juli 2020.

Terkait hal tersebut,Laurens mengaku kecewa dengan ketegasan petugas.Jadi intinya, sebagai pemilik tanah kami bukan mengabaikan aturan pemerintah. Izin usaha ada. Izin IMB sudah diajukan tapi ditolak karena belum ada SHM. Urus SHM, yang sebenarnya tidak ada masalah, hubungan keluarga , tidak ada hubungan jual beli dengan kami. Kami merasa tidak pernah menjual tanah ke orang lain. Di sini ada kubur ayah kami. Tapi kenapa cuma di tanah Pelenkahu yang ditertibkan,” tegas Ferdinand. Laurens,

( Redaksi )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed