Bersama Forkopimda, Kepala Staf Kodim 1310/Bitung Hadiri Rakoor Presiden RI

0
36

Bitung, FaktaSulut -Bersama Forkopimda,Kepala Staf Kodim 1310/Bitung Mayor Inf.Hardi Gue, mengadiri Rapat Koordinasi Presiden RI Ir. Joko Widodo bersama Kepala Daerah se-Indonesia melalui aplikasi Zoom Meeting, bertempat diruang rapat lantai 4 Kantor Walikota Bitung. Kamis, (28/04/2021).Rakoor tersebut dihadiri, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, diikuti oleh jajaran Forkopimda Kota Bitung antara lain, Wakil Walikota Bitung Hengky Honandar SE, Sekda Dr. Audy Pangemanan, Dandim 1310/Bitung diwakili Kasdim Mayor Inf Hardi Gue, Kapolres Bitung diwakili Wakapolres Kompol Pevly P. Para, Kepala Pengadilan Negeri Bitung, Asisten II Jeffry Wowiling, Kadis Kominfo Frangky Sondakh bersama jajaran, serta seluruh Kepala Daerah se-Indonesia.Dalam Rakoor yang berlangsung secara virtual tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan dua hal penting, yakni berkaitan dengan Covid-19 dan ekonomi.”Kenapa Covid-19? karena kita tahu bersama perkembangan Covid-19 di India pada waktu lalu berhasil menurunkan hingga 10.000 kasus perhari, kuncinya adalah dengan adanya lockdown. Sehingga kita adopsi di tempat kita menjadi PPKM skala mikro,” jelas Presiden.Namun saat ini, menurut Presiden RI Ir. Joko Widodo, Covid -19 di India terjadi lonjakan yang besar menjadi 350 ribu kasus aktif perhari.”Ini perlu kita semuanya pelajari, sekecil apapun kasus aktif yang ada di Provinsi dan di Kabupaten/Kota yang bapak, ibu pimpin jangan kehilangan kewaspadaan. Ikuti setiap perkembangan baik angka atau kurva setiap hari, begitu ada kenaikan segera untuk ditekan kembali agar terus menurun,”terangnya.Lanjut Jokowi, menjelang libur panjang, Saya mengingatkan untuk selalu berhati-hati karena kemungkinan akan terjadi kenaikan kasus Covid -19.”Ingat, tahun lalu ada terjadi kenaikan. Libur hari raya Idul Fitri naik sampai 93 persen, libur Agustus tahun lalu naik sampai 119 persen, libur Oktober naik 95 persen dan libur tahun baru kemarin naik sampai 78 persen. Oleh sebab itu hati-hati,” tegasnya.Berkaitan dengan ekonomi, Jokowi mengatakan, kondisi sekarang yang kita kerjakan dapat menekan lajunya penyebaran kasus Covid-19. Pada bulan Maret dan April, ekonomi sudah hampir menuju pada kondisi normal, sehingga target pertumbuhan ekonomisecara nasional di tahun 2021 ini mencapai 4,5 sampai dengan 5,5 persen itu bisa kita capai.”Artinya, kalau kita bisa menekan Covid-19 tanpa membuat goncangan disektor ekonomi, maka inilah sebuah keberhasilan dan target kita. Kurang lebih 7 persen harus tercapai, kalau itu bisa tercapai maka untuk kuartal yang berikutnya lebih memudahkan,” harapnya.Jokowi mengajak kepada seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota mempercepat belanja Pemerintah daerah. Belanja APBD segerakan, karena angka-angka yang saya lihat yang tinggi itu baru belanja pegawai tetapi juga baru di angka 63 persen. Belanja modal per maret baru 5,3 persen, padahal yang namanya perputaran uang disebuah daerah itu sangat menentukan pertumbuhan ekonomi. “Saya sudah sampaikan kepada Mendagri untuk mengingatkan semua daerah agar melaksanakan belanja APBD, baik itu belanja aparatur dan belanja modal,” pungkasnya.Saat dikonfirmasi, Kepala Staf Kodim 1310/Bitung Mayor Inf Hardi Gue menyampaikan, inti pada Rakoor tersebut, Presiden mengingatkan kepada para kepala daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mencegah terjadinya mudik lebaran karena dikhawatirkan bisa memicu terjadinya lonjakan kasus Covid-19.”Kita tidak ingin lonjakan kasus Covid -19 seperti di India terjadi di Indonesia, seraya meminta agar semua pihak termasuk Kodim 1310/Bitung dan jajarannya, untuk tidak lengah dan melakukan berbagai cara dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sehingga terjadi penurunan kasus Covid-19,” pungkas Kasdim.

(Fiani.K)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here