Wali Kota Bitung Dampingi Menteri Kominfo, Tinjau Lokasi Pembangunan Pusat Data Nasional di Kota Bitung

0
28
Walikota Max J Lomban saat menjelaskan kesiapan area pembangungan Pusat Data Nasional

FAKTASULUT.COM, BITUNG — Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate ke Kota Bitung, dalam rangka peninjauan dan penilaian lokasi pembangunan Pusat Data nasional, kerja site visit program Palapa Ring, akses internet dan BTS (Base Transceiver Station) di Kota Bitung bertempat di Kelurahan Pinokalan Kecamatan Ranowulu,  Selasa 28 Juli 2020.

Kedatangan Menkominfo, bersama Ditjen Aplikasi Informatika dan rombongan yang disambut Wali Kota Bitung Maximiliaan J Lomban, pejabat Pemkot Bitung bersama unsur Forkopimda, Kapolres Bitung AKBP FX Winardi Prabowo, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat bahkan sejumlah anggota DPRD Bitung seperti Wakil Ketua DPR Keagen Kojoh, Billy G. Lomban, Alexander Wenas dan Indra Ondang.

Walikota Bitung Maximiliaan J Lomban dalam sambutan menyampaikan secara singkat rencana lokasi pembangunan Pusat data Nasional.

“Kami Pemerintah kota Bitung menyiapkan lahan seluas 4,8 hektare dan sesuai dengan master plan, dimana pengembangan wilayah barat Kota Bitung ini memang diperuntukan bagi pemukiman, selain itu di kompleks ini juga direncanakan akan dibangun universitas,” ucap Lomban.

Sementara itu, Menteri Kominfo dalam sambutannya mengatakan, kehadirannya ke Kota Bitung untuk melihat kesiapan salah satu dari  pembangunan 4 pusat data nasional, karena Indonesia saat ini membutuhkan pusat data.

“Empat pusat data nasional yang direncanakan tersebut masing-masing di Jakarta, kota Bitung, Kalimantan Timur yakni calon Ibu kota Negara dan Kepulauan Riau yakni Batam,” ungkapnya.

Lanjutnya, sebagaimana kita ketahui bersama, Indonesia sangat membutuhkan pusat data nasional. Saat ini Indonesia memiliki 700 Data center, dan sebagian besar diantaranya tidak memenuhi standar Global, hanya sekitar 3% saja yang memenuhi standar global.

Sebagian besar wilayah Indonesia khususnya Sulawesi Utara, belum menggunakan cloud computing, dan masih menggunakan ethernet sistemnya sendiri, yang berdampak pada konsolidasi dan aplikasi data yang mengakibatkan sulitnya mengambil keputusan berbasis data Nasional,” Ujarnya.

Dengan kondisi saat ini, kita harus berperang dan melawan memutuskan mata rantai Covid-19, agar disisi lain ekonomi  bisa bergulir dan berkembang untuk bisa melakukan yang terbaik. Tentunya dengan harapan masyarakat harus ambil bagian di dalamnya, dengan caranya harus  melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. (Une Filio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here