Rubah Strategi, Satgas Covid-19 Bitung Hentikan Pemeriksaan Masuk Bitung

0
26
Walikota Bitung / Ketua satgas Covid-19 Kota Bitung, Max J Lomban, SE, MSi

FAKTASULUT.COM, BITUNG — Walikota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban Selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bitung memutuskan untuk menghentikan pembatasan orang masuk Bitung (Check Point), mulai Senin, 27 Juli 2020.

Keputusan ini disampaikan Walikota melalui Surat Edaran  bernomor 008/363/WK tertanggal 23 Juli 2020, tentang penghentian Pembatasan Orang Masuk Bitung  (check Point) Dalam Rangka Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Bitung.

Edaran ini terbit menyusul hasil rapat evaluasi pimpinan Satuan Tugas Covid-19 Bitung, yang mengungkap telah adanya  transmisi lokal Virus Corona di beberapa wilayah Kota Bitung. Merespon hal ini, Satgas Covid-19 Kota Bitung melakukan perubahan strategi pencegahan dan penanganan. Pemeriksaan/pembatasan (check point) orang masuk Kota Bitung yang berada di komplek Perkantoran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)  dan beberapa titik lainnya dihentikan dan diganti dengan strategi intervensi ke tingkat lingkungan maupun Rukun Tetangga (RT) dimana terdapat kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut Lomban, tujuan strategi intervensi ini agar penanganan Covid-19 lebih terarah dan tepat sasaran. “Hal ini dilakukan Satuan Tugas agar pencegahan dan penanganan  Covid-19 lebih terarah, tepat sasaran dan wilayah yang terpapar menjadi wilayah yang tidak terpapar lagi,” ujarnya.

Terpisah, Juru Bicara SatuanTugas Covid-19 Kota Bitung Franky Ladi menjelaskan bahwa strategi intervensi yang dimaksudkan Walikota adalah langkah kongkrit Gugus Tugas Kota Bitung yang didalamnya terdiri dari satuan TNI/Polri dan Pemkot Bitung yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Satpol PP dan OPD terkait lainnya untuk melakukan pemeriksaan pelaksanaan protokol kesehatan langsung ke wilayah-wilayah yang terdapat warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Petugas Polri/TNI dan Pemkot Bitung akan melakukan sweeping pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan-lingkungan tersebut, terkait penggunaan masker dan lain-lain. Selanjutnya kita melaksanakan strategi 3T yaitu Tracing, Testing dan Treatment,”ujar Ladi.

Lanjut Ladi, Satuan Tugas melalui Dinas Kesehatan Kota Bitung sedang melakukan rapid test kepada warga yang merupakan kontrak erat Pasien terkonfirmasi positif Covid-19. “Semua Kontak Erat di telusuri dan dilaksanakan rapid test, ini yang dinamakan tracing. Selanjutnya, bila hasil rapid test dinyatakan reaktif maka akan dilakukan test swab (testing), dan bila pada hasil test swab ternyata positif Covid-19 maka kita akan lakukan penanganan atau perawatan (treatment),” tutup Ladi. (Une Filio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here